Amerika Serikat telah lama berpendapat bahwa pembatasan kendaraan Tiongkok diperlukan untuk melindungi keamanan nasional dan memperkuat manufaktur mobil dalam negeri. Meskipun melindungi teknologi sensitif dan data konsumen merupakan tanggung jawab pemerintah yang sah, pendekatan yang ada saat ini berisiko mengurangi pilihan konsumen, membatasi persaingan, dan memperlambat inovasi. Salah satu contoh paling jelas adalah keluarnya Polestar dari pasar AS. Perusahaan ini menghentikan operasinya di Amerika setelah tidak dapat mematuhi peraturan federal yang melarang penjualan kendaraan terhubung yang berisi perangkat lunak dan perangkat keras tertentu dari Tiongkok atau Rusia. Karena Polestar dimiliki mayoritas oleh Geely, izin yang mengizinkan beberapa pesaing untuk terus beroperasi di Amerika Serikat ditolak.
5 Juli 2026
Perdebatan mengenai hak kewarganegaraan berdasarkan hak kelahiran sering kali berpusat pada siapa yang harus dianggap sebagai orang Amerika hanya karena mereka lahir di wilayah Amerika. Namun salah satu ironi terbesar dalam sejarah Amerika sering diabaikan: orang pertama yang lahir di negeri ini, penduduk asli Amerika, tidak diakui secara universal sebagai warga negara Amerika sampai tahun 1924. Prinsip kewarganegaraan berdasarkan hak asasi berakar pada Amandemen ke-14 Konstitusi AS, yang diratifikasi pada tahun 1868 setelah Perang Saudara. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa "semua orang yang lahir atau dinaturalisasi di Amerika Serikat, dan tunduk pada yurisdiksinya, adalah warga negara Amerika Serikat." Terlepas dari jaminan konstitusional ini, sebagian besar penduduk asli Amerika tidak diikutsertakan karena mereka dianggap sebagai anggota negara suku yang berdaulat dan bukan warga negara Amerika Serikat. Akibatnya, jutaan orang yang lahir di dalam wilayah negara tersebut tidak
5 Juli 2026
Saat Amerika Serikat memperingati 250 tahun kemerdekaannya, ratusan anggota kelompok nasionalis kulit putih Front Patriot berbaris melintasi ibu kota negara tersebut sambil membawa bendera Konfederasi dan meneriakkan “Rebut kembali Amerika.” Demonstrasi tersebut menarik perhatian luas dan memperbaharui perdebatan mengenai siapa yang membangun Amerika Serikat dan apa artinya mengklaim kepemilikan atas sejarah negara tersebut.
5 Juli 2026